Rangkaian data ekonomi yang buruk telah menjadi sentimen negatif untuk dolar dalam tiga hari terakhir yang diawali rilis data non-farm payroll Jumat pekan lalu dan terakhir data yang dirilis tadi malam yaitu trade balance.
Data trade balance atau neraca perdagangan AS dilaporkan semakin defisit dari sebelumnya defisit $41,8 milyar menjadi defisit $48,3 milyar.
Data-data yang mengecewakan tersebut membuat dolar terkoreksi sebanyak 0,56%.
Emas mendapatkan momentum penguatan lanjutan pada hari Selasa ditengah pelemahan yang terjadi pada dolar AS.
Data neraca perdagangan AS menunjukan defisit yang semakin melebar dibulan lalu telah menjadi faktor yang melemahkan dolar AS.
Harga emas kembali mencatat level tertinggi sejak rilis non-farm payroll Jumat lalu dimana kemarin menyentuh level $1150.00 per troy ons.
Rangkaian rilis data ekonomi AS yang buruk sejak non-farm payroll lalu semakin memudarkan harapan the Fed untuk menaikan suku bunganya diakhir tahun ini.
The Fed dijadwalkan masih akan mengadakan pertemuannya dibulan Oktober dan Desember nanti.
Namun dengan melihat rilis data-data yang buruk tampaknya akan menjadi tekanan bagi the Fed untuk menaikan suku bunganya.
Author : Paulswen / Pin BB 2A6066FB

0 comments:
Post a Comment