Dolar AS
masih bergerak lemah dihari Senin awal pekan ini dibayangi oleh keraguan atas
rencana kenaikan suku bunga the Fed yang sebelumnya santer diberitakan akan
dilakukan tahun ini.
Pada bulan ini the Fed masih akan mengadakan pertemuannya
dan diprediksi oleh analis bahwa suku bunga masih dipertahankan dilevel rendah
saat ini.
Namun untuk bulan Desember, seorang pejabat fed mengatakan masih
banyak data ekonomi yang dirilis yang bisa menjadi acuan untuk menetapkan
kenaikan suku bunga diakhir tahun nanti.
Emas mencatat
penguatan diawal pekan dan menyamai harga tinggi dalam kurun tiga bulanan.
Emas
sempat naik melonjak disesi Asia Senin pagi kelevel $1169 dan hampir sentuh
level $1170.00 per troy ons.
Investor kembali beralih kepada logam mulia karena
menurunnya keyakinan mereka atas prospek kenaikan suku bunga the Fed ditahun
ini setelah laporan data-data ekonomi AS yang melemah sepekan lalu dan
notulensi rapat FOMC terakhir yang menunjukan bahwa Fed menunda kenaikan suku
bunga karena melihat kondisi perekonomian global yang melambat.
Pasar juga
dapat memperhatikan rilis data trade balance China pada hari ini untuk dapat
melihat kondisi perekonomian terbesar didunia tersebut. China merupakan negara
konsumen emas terbesar didunia saat ini.
Author :
Paulswen / Pin BB 2A6066FB

0 comments:
Post a Comment