Perdagangan
index saham Asia pada hari Kamis (7/01/2016) kemarin di kejutkan dengan aksi
devaluasi kembali mata uang Yuan oleh People Bank of China (PBOC).
PBOC
mendevaluasi kembali mata uang Yuan China setelah melihat perdagangan awal
tahun ini harga di index saham telah anjlok lebih dari 7 persen.
Harga minyak
dunia selama perdagangan kemarin membuat level rendah baru dengan di
perdagangkan dibawah harga $35 per barrel. Harga minyak dunia melemah hingga
mencapai harga $32.09 per barrel pada perdagangan kemarin.
Minyak global
diprediksi masih akan terus mengalami penurunan seiring pasokan yang masih akan
terus meningkat, konflik geopolitik yang masih mengudara dan kekuatiran
terhadap ekonomi China.
Devaluasi
mata uang Yuan yang dilakukan pada perdagangan hari kemarin juga memberikan
dampak kepada harga di bursa saham Amerika.
Kospi
Harga index
saham Korea Kospi pada perdagangan pagi hari ini dibuka dengan gap down dari
harga penutupan hari kemarin. Kospi melemah karna tekanan yang diberikan oleh
pergerakan bursa saham China yang bergerak melemah hingga mencapai lebih dari
angka 7 persen pada perdagangan awal tahun ini. Kekuatiran akan keadaan ekonomi
China membuat pasar beralih dari asset saham ke asset safe haven.
Peralihan ke
asset safe haven membuat harga bursa saham Korea bergerak melemah dan harga
minyak yang juga terus melemah bahkan sempat menyentuh harga $32 per barrel
membuat sektor energy di index saham Korea melemah.
Author : Hiro
/ Pin BB 2BDCDD95

0 comments:
Post a Comment