kekhawatiran
tentang masalah hutang Yunani sudah mulai sedikit mereda, pandangan pasar saat
ini tertuju pada perkembangan yang terjadi di China pasca bursa saham yang
anjlok pekan lalu. Masalah perlambatan ekonomi China sedang dalam sorotan
setelah data inflasinya hanya mencapai 1,4 persen.
Pekan ini
akan dirilis data pertumbuhan ekonomi China dikuartal kedua yang diprediksi
6,9% turun dari 7,0% dikuartal pertama.
Minggu ini
ada banyak agenda dari bank sentral yang akan menjadi penggerak pasar seperti
Testimony Janet yellen pada hari Rabu dan Kamis, Bank sentral Jepang akan
mengadakan pertemuannya dan juga Bank sentral Canada (BoC) akan bersidang.
EURO
Mata uang
euro terkoreksi tajam pada hari Senin kemarin karena penguatan dolar AS pasca
tercapainya kesepakatan bailout antara Yunani dengan kreditur internasional.
Dengan
tercapainya kesepakatan tersebut berarti akan berlanjutnya perbedaan kebijakan
moneter antara ECB dan Fed, dimana ECB dengan program pembelian obligasi
senilai 1 triliun euro sedangkan The Fed mendekati langkah menuju kenaikan suku
bunga pertamanya sejak krisis. Perbedaan ini akan berdampak pada pelemahan mata
uang euro atas dolar dan juga sterling karena BoE ditargetkan akan menaikan
suku bunga setelah The Fed.
Hari ini akan
dirilis data ZEW economic sentiment di Jerman dan zona euro dan juga data
industrial production.
POUNDSTERLING
Pound menguat
terhadap euro pada hari Senin mencatat kenaikan harian yang terbesar dalam 2
bulan terakhir setelah euro tertekan secara luas pasca tercapainya kesepakatan
antara Yunani dan kreditur internasional mengenai pemberian dana talangan baru
senilai 96 milay dolar atau 86 milyar euro.
Dengan
tercapainya kesepakatan tersebut berarti akan berlanjutnya perbedaan kebijakan
moneter antara ECB dan Fed, dimana ECB dengan program pembelian obligasi
senilai 1 triliun euro sedangkan The Fed mendekati langkah menuju kenaikan suku
bunga pertamanya sejak krisis. Perbedaan ini akan berdampak pada pelemahan mata
uang euro atas dolar dan juga sterling karena BoE ditargetkan akan menaikan
suku bunga setelah The Fed.
Pasar akan
mencermati rilis data inflasi Inggris (CPI) yang diprediksi tidak berubah atau
0,0%.
AUSSIE
Dolar
Asutralia melemah diawal pekan ini seiring kondisi perekonomian China yang
menjadi sorotan pasar saat ini. Pertumbuhan ekonomi China dikuartal kedua
diprediksi tumbuh 6,9% atau turun dari kuartal pertama 7,0% menurut prediksi
ekonom.
Pertumbuhan
ekonomi China diprediksi turun kelevel terendah sejak krisis keuangan global
yang bersama-sama dengan pelemahan pasar saham yang menimbulkan tekanan pada
pemerintah untuk melakukan sesuatu yang lebih meskipun sedikit yang dibayar
dari langkah-langkah stimulus.
Data ekonomi
NAB business confidence pagi ini naik dari 8 ke angka 10, dan bisa mendorong penguatan
aussie meski terbatas.
YEN
Yen melemah
terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan ini karena menguatnya dolar AS
setelah kembali menguatnya optimisme kenaikan suku bunga The Fed. Fokus pasar
kembali tertuju pada kemungkinan The Fed akan emnaikan suku bunganya dibulan
September atau Desember.
Setelah
masalah Yunani terlihat ada titik terang maka permintaan terhadap yen sebagai
safe haven juga berkurang. Pasar saat ini menunggu testimony Janet Yellen
didepan Kongres AS pada Rabu dan Kamis.
GOLD
Harga emas
tertekan dan anjlok kebawah $1160 per troy ons pada hari Senin kemarin karena
menguatnya dolar AS atas euro setelah para pemimpin Yunani bersepakat dengan
pihak kreditur internasional mengenai bailout. Sementara itu sinyal kenaikan
suku bunga the Fed kembali mengemuka sehingga membuat permintaan terhadap emas
kembali memudar.
Minggu ini
kepala the Fed, janet Yellen akan berpidato didepan kongres AS dan pasar akan
menunggu apa yang akan disampaikannya mengenai prospek kenaikan suku bunga.
Author by
Paulswen / Pin BB 2A6066FB

0 comments:
Post a Comment