Dolar melemah
atas semua rivalnya setelah dirilis data klaim pengangguran yang hasilnya
mengecewakan karena lebih tinggi dari sebelumnya.
Hal ini membuat kecewa pasar
yang mengharapkan jumlah klaim pengangguran lebih rendah supaya dapat mendukung
rencana kenaikan suku bunga The Fed diakhir tahun.
Sementara
yang dinantikan pasar justru tidak sesuai harapan, yaitu Janet Yellen dalam
pidatonya disebuah konferensi pada Kamis malam tidak menyinggung mengenai waktu
kenaikan suku bunga.
Pernyataan Yellen yang mengambang membuat dolar terkoreksi
kembali.
Mata uang
tunggal Eropa ini menguat tajam terhadap dolar AS ditengah pelemahan yang
terjadi pada dolar paska rilis data klaim pengangguran Mingguan pada Kamis
malam.
Awalnya euro anjlok cukup tajam setelah Presiden ECB, Mario Draghi
mengatakan bahwa resiko ekonomi sudah terlihat untuk mata uang tunggal
tersebut.
Sehingga memungkinkan untuk memperluas kebijakan moneter yang longgar
apabila dibutuhkan. Draghi berpidato didepan Parlemen Uni Eropa di Brussel pada
Kamis (12/11).
Euro berbalik
naik dan melesat hingga melebihi harga tinggi harian yang dicapai disesi Asia,
karena dolar AS tertekan akibat tingginya angka kalim pengangguran di AS.
Euro
berhasil naik menembus level tinggi baru pekan ini di $1.0800.
Author :
Paulswen / Pin BB 2A6066FB

0 comments:
Post a Comment