Dolar melemah
atas semua rivalnya setelah dirilis data klaim pengangguran yang hasilnya
mengecewakan karena lebih tinggi dari sebelumnya.
Hal ini membuat kecewa pasar
yang mengharapkan jumlah klaim pengangguran lebih rendah supaya dapat mendukung
rencana kenaikan suku bunga The Fed diakhir tahun.
Sementara
yang dinantikan pasar justru tidak sesuai harapan, yaitu Janet Yellen dalam
pidatonya disebuah konferensi pada Kamis malam tidak menyinggung mengenai waktu
kenaikan suku bunga.
Pernyataan Yellen yang mengambang membuat dolar terkoreksi
kembali.
Poundsterling
menguat untuk ketiga kali dipekan ini setelah berhasil menembus level diatas
$1.5200 pada kamis malam.
Poundsterling awalnya terkoreksi turun disesi Eropa
akibat tidak mampu bertahan diatas level kunci 1.5200 namun berbalik menguat
atas seiring pelemahan dolar yang terjadi karena rilis data klaim pengangguran
tidak memenuhi ekspektasi pasar yang mengharapkan angka lebih rendah dari
sebelumnya.
Selain itu
pound didukung juga oleh bagusnya data pertumbuhan harga rumah di Inggris yang
mencatat kenaikan dari bulan sebelumnya.
Kenaikan harga rumah lebih tinggi
perkiraan ekonom. Menurut RICS, harga rumah naik sebesar 9,7 persen dibulan
Oktober.
Author :
Paulswen / Pin BB 2A6066FB

0 comments:
Post a Comment