Pivot Points, dalam trading forex istilah ini pastilah tidak asing lagi. Meskipun bukan merupakan bagian dari indikator yang ada di metatrader, namun kegunaannya sangat membantu untuk trader mengambil keputusan berdasarkan gambaran masa lalu.
Berikut cara menghitung Pivot Point :
P = (H + L + C + O)/4
R1 = (2 X P) – L
R2 = P + (H – L)
R3 = H + 2(P – L)
S1 = (2 X P) – H
S2 = P – (H – L)
S3 = L – 2(H – P)
Berikut penjelasan dari rumus diatas :
H = High
L = Low
C = Close
P = Pivot
R1 = Resistance 1
R2 = Resistance 2
R3 = Resistance 3
S1 = Support 1
S2 = Support 2
S3 = Support 3
Rumus diatas digunakan untuk mencari perhitungan Support dan Resistance menggunakan Pivot Point.
Berikut contoh cara perhitungan Pivot Point EURUSD H1 seperti pada grafik dibawah ini :
Open = 1.0989
High = 1.0994
Low = 1.0976
Close = 1.0978
P = (H + L + C + O)/4
P = (1.0994 + 1.0976 + 1.0978 + 1.0989)/4
P = 1.0984
Disini kita sudah menemukan berapa Pivot Point nya, yaitu 1.0984. Sekarang kita akan menentukan Support dan Resistance berdasarkan Pivot diatas, caranya sbb :
R1 = (2 x P) – L
R1 = (2 x 1.0984) – 1.0976
R1 = 1.0992
R2 = P + (H – L)
R2 = 1.0984 + (1.0994 – 1.0976)
R2 = 1.1002
R3 = H + 2 (P – L)
R3 = 1.0994 + 2 (1.0984 – 1.0976)
R3 = 1.101
S1 = (2 x P) – H
S1 = (2 x 1.0984) – 1.0994
S1 = 1.0974
S2 = P – (H – L)
S2 = 1.0984 – (1.0994 – 1.0976)
S2 = 1.0966
S3 = L – 2 (H – P)
S3 = 1.0976 – 2 (1.0994 – 1.0984)
S3 = 1.0956
Dari perhitungan diatas, kita sudah menemukan Support dan Resistance sebagai berikut :
R1 = 1.0992
R2 = 1.1002
R3 = 1.101
S1 = 1.0974
S2 = 1.0966
S3 = 1.0956
Langkah selanjutnya adalah bagaimana kita mengaplikasikan Support dan Resistance saat trading nanti, kesimpulannya sebagai berikut :
Jika harga mendekati titik Support, maka harga kemungkinan akan berbalik keatas. Namun jika trend turun terlalu kuat, kemungkinan harga akan menembus titik Support
Demikian pula yang terjadi pada titik resistance. Jika harga mendekati titik Resistance, maka harga kemungkinan akan berbalik arah kebawah. Namun bila trend harga naik terlalu kuat, maka harga akan menembus titik resistance yang ada untuk kemudian naik semakin kuat.
Tingkat akurasi dari penggunaan Pivot Point tentu saja belum tentu sempurna. Hal ini juga sangat dipengaruhi oleh berita fundamental yang terjadi. Penentuan titik H, L, C yang akan digunakan untuk menghitung Pivot juga sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal.
Melihat rumusan diatas, mungkin kelihatannya sangat rumit dan perlu waktu. Untuk memudahkan perhitungan Pivot Point, Anda dapat menggunakan rumus di Excel. Sangat mudah, cukup masukan angka pada H, L, C dan O di Excel, maka seketika Anda akan mendapatkan hasil Support dan Resistance yang diinginkan.
Tertarik untuk belajar teknikal forex lebih lanjut ? silahkan hubungi team Forex Simpro di 081380725502.
Catatan : Trainer Forex Simpro merupakan analyst yang memiliki pengalaman di bidang berjangka selama belasan tahun serta lulus ujian wakil pialang yang diselenggarakan BAPPEBTI.
Hubungi Team Forex Simpro :
Pin BB : 2BDCDD95
HP / WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976
Author : Lidia Wulan


0 comments:
Post a Comment