Harga Emas jatuh pada akhir perdagangan
Selasa dinihari (15/11), sempat jatuh lebih dari satu persen ke level
terendah 5,5 bulan, tertekan penguatan dolar dan hasil Treasury pada
ekspektasi bahwa Presiden terpilih Donald Trump akan meningkatkan
belanja AS.
Dolar AS menguat pada ekspektasi kebijakan fiskal Trump yang akan meningkatkan belanja dan karena inflasi, yang dapat menyebabkan suku bunga AS yang lebih tinggi. Sebuah aksi jual komoditas global dan melonjaknya imbal hasil obligasi telah membuat logam mulia tergelincir hampir 3 persen pada sesi sebelumnya.
“Orang-orang tampaknya telah berhenti memikirkan Trump-risk (Resiko Trump) dan sekarang berbicara tentang ‘Trumpflation’,” kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda, seperti yang dilansir CNBC.
Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan Jumat bahwa prospek pertumbuhan ekonomi AS muncul cukup kuat bagi The Fed untuk melanjutkan kebijakan bertahap untuk meningkatkan suku bunga. Pasar juga bertaruh pada Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih cepat. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS.
Namun, ketidakpastian tentang prospek ekonomi AS dan juga tentang kejadian risiko internasional seperti pemilihan presiden Austria dan Italia, referendum konstitusi bulan depan bisa berdampak pada pasar yang lebih luas dan berdampak perdagangan emas dalam jangka menengah. Aksi taking profit atas penguatan Dolar AS tampaknya tengah terjadi dan diprediksi aksi taking profit ini akan membuat Dolar AS melemah terhadap emas dan emas diprediksi akan naik menuju level $1242.00-$1245.00 per troyonz.
Author : Lien Doe Zhang/ Pin BB 2BDCDD95
Butuh signal untuk trading forex, trading emas, trading oil, trading index hari ini? Analis Forex Simpro akan memberikan signal trading setiap hari langsung ke ponsel Anda.
Hubungi Customer care :
HP/WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976
HP/WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976

0 comments:
Post a Comment