Pada
akhir pekan lalu dolar berbalik menguat dan mengurangi penurunan tajam
sebelumnya karena dukungan dari data inflasi yang tumbuh lebih baik dari
perkiraan sebelumnya.
Penguatan dolar membuat sejumlah mata uang utama dan emas
terkoreksi.
Dengan inflasi yang tumbuh membuka peluang kembali bagi the Fed
menaikan suku bunganya.
Hari ini
pelaku pasar memfokuskan pada rilis data penting dari China yaitu data PDB dan
data produksi industri yang merupakan indikator utama ekonomi China.
Jika data
yang dilaporkan menunjukan pertumbuhan dibawah perkiraan, maka akan memberikan
kekhawatiran para investor karena perekonomian China melaju lebih lambat.
Poundsterling
Inggris mengalami penurunan pada Jumat lalu seiring menguatnya kembali dolar AS
dalam dua hari terakhir setelah rilis data inflasi yang tumbuh lebih baik dari
perkiraan.
Penguatan dolar tampak kuat menekan poundsterling karena pasar
terlihat mengabaikan komentar pejabat MPC yang bernada hawkish.
Dalam
pernyataannya, anggota MPC, Kristin Forbes mengatakan bahwa dampak perlambatan
ekonomi China dan negara berkembang lainnya tidak berpengaruh signifikan
terhadap ekonomi Inggris.
Para ekonom
memprediksi Kristin Forbes akan menjadi anggota MPC kedua yang mendukung
kenaikan suku bunga setelah Ian McCafferty.
Author :
Paulswen / Pin BB 2A6066FB

0 comments:
Post a Comment